SELAMAT DATANG SAHABAT

SELAMAT DATANG SAHABAT

Anda adalah pengunjung yang ke .....

Counter

video denmas

Tampilkan postingan dengan label Cerira Lucu. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cerira Lucu. Tampilkan semua postingan

Minggu, 18 November 2007

Naik-turun...

Naik-turun...


- Betapa senang hati Jon Koplo dan Tom Gembus ketika diterima sebagai mahasiswa baru di sebuah universitas markotop di Surakarta. Namun masalah mulai muncul ketika masuk kuliah pertama.
Ndilalah ruang kuliahnya ada di lantai tiga, sehingga untuk menuju ke sana harus melalui lift. Padahal sak jeg jumleg yang namanya lift mereka belum pernah srawung. Celakanya lagi, untuk bertanya ke orang lain mereka gengsi, takut dikira wong ndesa.
”Tenang wae Mbus. Nanti kalau ada orang masuk, kita ikut saja,” siasat Koplo.
Bener saja, tak lama kemudian ada orang masuk lift. Jon Koplo dan Tom Gembus langsung nginthil di belakangnya. Berlagak sopan, Koplo mempersilakan orang tadi untuk menekan tombol mesin jalan. Ketika orang tadi keluar, Koplo dan Gembus sebenarnya mau ikut keluar tapi ragu sampai di lantai berapa. Mau tanya ke orang tadi, mereka gengsi.
Sekarang giliran seorang cewek masuk. Seperti sebelumnya, dengan menggunakan bahasa isyarat tangan mereka mempersilakan cewek tadi menjalankan lift. Beberapa saat kemudian ketika pintu lift dibuka, mereka malah kaget. ”Lho Plo, ini kan lantai dasar yang tadi?” Gembus heran.
Sementara di depan pintu lift beberapa orang sudah antre akan naik. Koplo dan Gembus pun melanjutkan rencananya untuk naik ke lantai tiga. Ketika orang-orang keluar Koplo dan Gembus ikut keluar. Kali ini mereka memberanikan diri bertanya kepada seseorang yang ada di lantai tersebut. Ternyata lantai yang mereka ambah adalah lantai empat. Mereka pun segera masuk ke lift lagi. Dan ketika pintu terbuka, we lhadalah, lagi-lagi mereka kembali ke lantai dasar lagi. Jengkel campur judheg, Koplo dan Gembus keluar dari lift tersebut.
”Kesel aku Mbus. Wis-lah, ora sah kuliah dina iki. Paling-paling ya wis telat,” keluh Koplo.
Tiba-tiba seorang Satpam datang menghampiri mereka. ”Eh, Mas, sampean berdua ini mau ke mana? Dari tadi saya perhatikan kok naik turun lift?” tanya Satpam tersebut.
”Ohhh... Anu kok Pak, tadi kami mau kuliah ke lantai tiga, tapi katanya kosong, jadi ya turun lagi. Lha sampai di sini ternyata saya di-SMS teman, katanya kuliahnya pindah di lantai empat. Setelah kami ke sana, eee ternyata sepi tidak ada orang. Ya terus kami turun lagi,” terang Jon Koplo beralasan. Gembus pun menimpali, ”Iya Pak, he-he-he... sekarang kami mau pulang dulu... Mari, Pak...!”
Keduanya pun segera angkat kaki meninggalkan Pak Satpam yang masih gedhek-gedhek penuh tanda tanya.

Gembusnya ada 2

Gembusnya ada 2


- Omong-omong soal salah sambung, bukan hanya Jon Koplo yang mengalami, seperti lakon Ah Tenane kemarin. Kejadian itu juga menimpa Lady Cempluk, seorang reporter magang yang bekerja di sebuah penerbitan di Solo.
Alkisah, beberapa waktu lalu Keraton Surakarta Hadiningrat kesripahan kerbau piaraannya yang bernama Kyai Slamet.
Oleh redaktur yang mengampu halaman Kota di koran tersebut, Cempluk ditugaskan untuk meliputnya. Ia diminta untuk konfirmasi dengan pihak keraton perihal kematian kerbau yang dianggap keramat tersebut.
”Pluk, coba kamu hubungi kerabat keraton yang namanya Bapak Tom Gembus,” perintah redakturnya melalui HP.
Namanya saja reporter magang, masih semangat-semangatnya bekerja, Lady Cempluk pun cuma nggah-nggih-nggah-nggih saja. Sebelum meliput ke keraton, Cempluk berinisiatif ngebel dulu ke Pak Gembus. Cuma sayangnya, Cempluk belum tahu nomor teleponnya. Makanya ia minta informasi kepada Gendhuk Nicole, rekan senegaranya.
Nah, di sinilah letak kelucuan itu terjadi. Ternyata oh ternyata, nama ”Gembus” yang diinformasikan Gendhuk Nicole itu bukannya Tom Gembus kerabat Keraton Kasunanan Surakarta, melainkan Jon Gembus pejabat Dinas Pasar Surakarta. Memang kebetulan nama beliau-beliau itu nyaris sama.
”Selamat siang, Pak. Apa benar saya bicara dengan Bapak Gembus?” tanya Cempluk melalui telepon.
”Ya, saya sendiri Pak Gembus. Ini siapa?” Pak Gembus balik tanya.
”Saya Lady Cempluk Pak. Cuma mau konfirmasi saja Pak, apa betul kerbau milik Bapak baru saja meninggal?” tanya Cempluk.
”Apa? Kerbau? Kerbau yang mana? Saya tidak punya kerbau kok,” elak Pak Gembus.
Kurang puas dengan jawaban Pak Gembus, Cempluk pun masih ngoyak, ”Maaf Pak, Bapak tidak sedang bercanda kan? Saya baru saja mendapat informasi, bahwa kerbau Kyai Slamet milik Bapak baru saja meninggal. Betul begitu?”
”Lho, kalau soal itu kenapa tidak tanya ke pihak keraton saja? Adik tidak sedang bercanda kan?” balas Pak Gembus.
Sampai di sini Lady Cempluk mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.
”Maaf Pak, apa betul saya ini bicara dengan Pak Tom Gembus, kerabat Keraton Kasunanan Surakarta?” Cempluk meyakinkan.
”Oooh, salah sambung Dik. Saya Jon Gembus, Dinas Pasar Surakarta, bukan kerabat keraton,” jawab Pak Gembus sambil tertawa.
Mak dheg! Lady Cempluk baru ngeh kalau tadi rupanya salah sambung. Sembari minta maaf, Cempluk menutup telepon dengan perasaan malu yang nggak ketulungan.

Salah nyambung

Salah nyambung


- Ini adalah pelajaran bagi Jon Koplo dan ”Jon Koplo-Jon Koplo” lain untuk lebih berhati-hati dan tidak srogal-srogol dalam berbicara lewat telepon, apa lagi belum jelas siapa lawan bicaranya.
Peristiwa ngguyokke ini dilakoni oleh Jon Koplo, seorang pedagang makanan yang mangkal di depan kantor sebuah instansi swasta di sebelah barat perempatan Gendengan, Jl Slamet Riyadi Solo.
Seperti biasa, siang itu dagangan Koplo lumayan laris karena para karyawan kantor pada nongkrong di situ. Ada yang makan, ada yang minum-minum sambil ngemil, bahkan ada pula yang sekadar ngobrol sambil udat-udut. Jon Koplo ditemani isterinya, Lady Cempluk, tampak sibuk melayani pembeli.
Tiba-tiba seorang Satpam kantor di dekat tempat berjualan itu bengak-bengok sambil keplok-keplok memanggilnya.
”Pak Jon... Saking Pak Gembus,” kata Pak Satpam sambil memberikan gagang telepon kepada Jon Koplo.
Teringat anaknya yang bekerja di Jakarta, Koplo pun nyaut gagang telepon dan langsung bicara banter biyanget, ”Halo Mbus... Ngapa Le? Iki Bapak! Piye kabarmu? Kok suwe ora ngirim kabar? Cah-cah rak ya dha ora papa ta... bla... bla... bla...” Koplo ngecuprus tanpa spasi.
Melihat tingkah Koplo yang serius tapi ngguyokke itu, Pak Satpam langsung njawil sambil memberi tahu, ”Pak, sing tilpun niki sanes Gembus anak sampeyan sing teng Jakarta, ning Pak Tom Gembus, Bapak Pimpinan Perusahaan!”
Mak tratap, Koplo baru menyadari kepada siapa ia bicara. Sambil ketakutan campur kisinan, ia segera minta maaf berkali-kali kepada Pak Tom Gembus, bos kantor situ yang ternyata hanya akan pesan minum melalui interkom yang ada di Pos Satpam, dekat tempat Koplo berjualan. Karuan saja kelakuannya itu jadi bahan tertawaan orang-orang yang ada di situ termasuk Pak Satpam yang ngekek ra entek-entek. -

Kok mumbul...?

Kok mumbul...?


Yang namanya sinoman, tentu butuh kekompakan antara laki-laki yang bertugas sebagai pengantar makanan dan perempuan yang menyajikannya kepada para tamu. Namun tidak demikian halnya dengan Jon Koplo dan Lady Cempluk yang sedang nyinom di sebuah hajatan di daerah Sukoharjo paling selatan yang berbatasan dengan Wonogiri ini.
Seperti biasa, setiap ada orang yang punya gawe, para pemuda desa didhapuk jadi sinoman alias pengantar sekaligus penyaji makanan. Kebetulan dalam rewangan kali itu Jon Koplo berpasangan dengan Lady Cempluk. Koplo membawa makanan yang ditaruh di sebuah nampan kayu yang cukup besar, sementara Cempluk yang nanti harus menyajikan kepada para tamu. Suguhan sesi pertama berupa wedang dan snack berlangsung dengan lancar-lancar saja. Namun masalah muncul ketika makan besar keluar.
Saat itu Jon Koplo sedang berada di belakang untuk mengambil jatah makanan yang harus diantarkan, sementara Lady Cempluk sudah siap berdiri nggejejer di samping para tamu. Ndilalah-nya, beberapa tamu yang ada di sampingnya itu adalah teman-temannya. Maka sambil menunggu Jon Koplo, Cempluk pun terlibat jagongan heboh dengan tamu-tamu itu. Saking asyiknya ngecuprus dengan para tamu itulah Cempluk sampai lupa dengan tugasnya, padahal saat itu Jon Koplo sudah berada di dekatnya sambil membawa nampan berisi nasi sak cething-nya lengkap dengan piring sekaligus lawuh-nya.
Berkali-kali Koplo memanggil, namun Cempluk tidak ngrewes babar blas. Untung ada salah satu among tamu yang njawil Cempluk, ”Mbak, kuwi lho! Mesakake Mas Koplo, selak kabotan!”
Mak jegagik, Cempluk baru sadar kalau ia lagi tugas. Cempluk pun buru-buru mendekati Koplo untuk mengambil makanan yang ada di nampan. Namun entah saking semlengeren-nya membawa nampan yang super berat itu , Koplo tidak nggagas kalau isi nampannya diambil Cempluk. Ndilalah yang diambil dulu kok ya nasinya. Itu pun tidak ngomong sama Koplo. Akibatnya, mak wuuuttt... nampan yang dipegang KOplo mumbul karena jadi ringan mendadak. Piring sak lawuh-nya yang masih ada di nampan itu pun jadi tumpah semua.
Semua yang ada di situ langsung bergegas membantu Koplo, kecuali Lady Cempluk yang kamitenggengen masih berdiri terpana...

Senin, 12 November 2007

Bokong kobong

Bokong kobong

Kisah nyata yang dialami oleh Bawor ini adalah pelajaran berharga bagi para perokok sekaligus pekorek. Gara-gara kurang berhati-hati dan teledor, mahasiswa sebuah perguruan tinggi ternama di Pontianak, yang kebetulan asli bobotsari Purbalingga ini pantatnya keslomot korek.

Lho, kok bisa? Begini ceritanya...

Bawor yang tinggal di sebuah komplek perumahan di Pontianak ini adalah seorang pecandu rokok. Akan tetapi kebiasaan ini sebenarnya tidak diperbolehkan oleh ibunya, Lady Cangik. Karena itulah Bawor sering merokok dengan cara sembunyi-sembunyi agar tidak kewenangan biyunge.

Pada suatu malam Bawor congore kecut banget, blangkemen pengin udud di kamarnya. Rokok yang tinggal sebatang pun disulutnya dengan rek jres alias korek batang. Dan untuk ”menghilangkan jejak”, korek batang itu pun ia masukkan di kantong belakang celana pendeknya.

Entah lupa atau dasar cah ndlewer, Bawor tidak nyana babar blas kalau sudah dua hari korek batang itu ngendon di saku belakang celananya. Dasar bocah kemproh, selama dua hari itu pula Bawor terus saja memakai celana pendek tersebut. Akibatnya, kotak korek itu menjadi rusak dan beberapa batang korek keluar dari wadahnya. Hal ini juga tidak disadari oleh Jon Bawor yang masih tetap memakai celana itu.

Bawor baru sadar ketika ia mengalami peristiwa yang sangat menyakitkan bagi dia, namun menggelikan bagi orang lain. Saat lagi enak-enaknya turu ngorok, tiba-tiba saja bokongnya merasa sakit yang teramat sangat, mak slenget begitu rasanya, sehingga ia langsung kaget dan terbangun seperti orang habis mengalami mimpi buruk. Rasa perih dan panas melanda bokong Bawor yang masih terbalut celana pendeknya yang terbakar.

Usut punya usut, ternyata sumber bencana berasal dari korek batang yang ada di saku celana itu. Penthol korek yang keluar dari kotak yang sudah rusak itu menggesek pemantik pada bungkus korek api yang bergeser seiring dengan gerakan tidur Bawor yang pating penthalit. Akibatnya, api menyala! Meski akhirnya mati lagi, tak pelak nyala api itu sempat membuat kulit pantat dan celana Bawor kobong. Ana-ana baen kae bocah... -



 

Sabtu, 10 November 2007

"jubah jatuh"

"jubah jatuh"
Suatu malam terdengar suara gaduh di rumah pak sastro. Pagi harinya, Pak Joyo, tetangga dekat pak sastro bertanya...
Pak Joyo : Pak sastro, tadi malam kok terdengar suara gaduh di rumah bapak?
Pak sastro : Oh..itu, Jubah saya jatuh
Pak Joyo : Tapi Pak! suaranya kok sekeras itu?
Pak sastro : Ya iyalah...orang saya didalam jubah itu.
Pak Joyo : Ups....

Sudah tahu semuanya...

Sudah tahu semuanya...

Di sekolah, John diberitahu oleh teman sekelasnya bahwa sebagian besar orang dewasa pasti menyembunyikan sekurang-kurangnya satu rahasia, dan bahwa mudah sekali memeras mereka dengan mengatakan, "Saya sudah tahu semuanya". John kembali ke rumah dan memutuskan untuk mencobanya.

Ketika ia tiba di rumah, sambil memberi salam kepada ibunya, ia mengatakan, "Saya sudah tahu semuanya". Ibunya segera memberinya 20 ribu Rupiah dan berkata, "Jangan ceritakan pada ayahmu!"

Kemudian dengan sabar, anak itu menanti ayahnya pulang kerja,dan menyalaminya dengan, "Saya sudah tahu semuanya". Ayahnya cepat-cepat memberinya 50 ribu Rupiah dan berkata, "Tolong jangan katakan apa-apa pada ibumu !"

Pada hari berikutnya, ketika John mau berangkat ke sekolah, ia bertemu dengan supir ayahnya di pintu depan. Anak itu menyalaminya sambil berkata, "Saya sudah tahu semuanya".

Supir itu segera berjongkok, mengulurkan tangannya dan berkata, "Kemari, nak! Peluklah ayahmu ini!"

"jelek-jelek begini..."

"jelek-jelek begini..."
Disebuah ruang kelas V SDN 03 Ciganjur, seorang guru sejarah bertanya kpd Abdurrahman.
Guru : Dur, Siapa yang menandatangani Proklamasi?
Abdurrahman : nggak tahu pak, jawab Dur enteng.
Guru : Bagaimana sih kamu sdh kelas V tidak tahu
siapa yang menandatangani Proklamasi. Kalau
begitu kamu saya hukum berdiri di depan kelas sambil memegang telinga.
Setelah jam pulang, Abdurrahman langsung pulang ke rumah sambil menangis. Melihat kondisi anak kesayangannya tersebut sang bapak langsung bertanya.
Bapak : Dur, kenapa kamu menangis?
Abdurrahman : Saya dihukum oleh Pak Guru karna tdk bisa
memberitahu siapa yang menandatangani
proklamasi, pak.
Bapak : Bagaimana sih guru itu, orang tidak tahu kok
malah dihukum. Ayo ikut Bapak, biar bapak
kasih pelajaran guru itu.
Sesampai di sekolah Bapak dan si Dur langsung menemui sang guru, dengan nada emosi Bapak menegur sang guru.
Bapak : Bapak, kenapa anak kesayangan saya di hukum?
Guru : Sebelumnya saya minta maaf pak. si Dur saya hukum
karena dia tidak bisa menjawab pertanyaan yg
seharusnya bisa dengan mudah dia jawab.
Bapak : Tapi dia kan sdh bilang kalau dia tidak tahu. Dan
Bpk seharusnya tahu, sih Dur kan masih kecil jadi
mana mungkin dia tahu siapa yg menandatangani
Proklamasi. Kalau Bpk mau tahu siapa yg
menandatangani Proklamasi nanti akan saya selidiki sendiri siapa sebenarnya yg menandatangani.
Guru : @%#$$%^(*&)**_+(*(&*^%$%#
Dalam perjalanan pulang ke rumah, Bapak dan si Dur bertemu dgn Pak RT.
Pak RT : Darimana pak? kenapa sih Dur nangis seperti itu?
Bapak : ini pak, si Dur dihukum oleh gurunya hanya karena
tdk bisa memberitahu gurunya, siapa yg
menandatangani Proklamasi.
Pak RT : Begitu saja kok repot sih, sudah bawa ke sini
konsepnya biar saya saja yg tandatangan.
Jelek-jelek begini saya kan Pak RT jadi sdh
kewajiban saya membantu warganya.
Bapak dan si Dur kembali ke sekolah dan langsung menemui pak Guru dan dgn gagahnya berkata:
Bapak : Pak Guru, saya sdh menemukan orang yg akan
menandatangani Proklamasi. Sekarang bpk serahkan
konsep Proklamasinya ke saya krn Pak RT bersedia
untuk menandatanganinya.
Guru : %^$%^&^&&U)*)&^%$# (langsung pingsan)

Rabu, 31 Oktober 2007

Jangan dimakan...!

- Lebaran kemarin membawa berkah tersendiri bagi Tom Gembus, juragan kecil-kecilan yang membuka home industry pembuatan kue di daerah Pati.
Lumayan banyak order yang ia dapatkan, bukan hanya dari ibu-ibu rumah tangga, tapi juga para pemilik toko makanan. Agar tidak kerepotan, Jon Koplo, anak semata wayangnya ikut membantu sebagai pengantar kue pesanan.
Suatu hari Jon Koplo mendapat tugas mengantar kue pesanan untuk Lady Cempluk yang kebetulan adalah tantenya sendiri. Sampai di rumah Lady Cempluk, Koplo ditemui adik keponakannya, Gendhuk Nicole.
”Ibu baru saja keluar, Mas. Memangnya ada perlu apa sama Ibu?” tanya Nicole.
”Ini lho Dik, aku mengantarkan kue pesanan tante,” jawab Koplo.
”Wah, kue sebanyak ini? Kebetulan, di rumah sudah sepi jajanan,” Nicole tampak heran, tapi sebentar kemudian ia tersenyum. ”Ayo, masuk dulu! Paling-paling Ibu nggak lama kok perginya,” Nicole mempersilakan Koplo duduk di ruang tamu.
Ngiras-ngirus silaturahmi sambil istirahat, Jon Koplo memutuskan untuk singgah sebentar di rumah tantenya itu. Sementara Gendhuk Nicole segera menuju ke dapur untuk membuat minuman sekaligus membuka bungkusan kue pesanan yang baru diterimanya. Beberapa bungkus kue ia buka dan diletakkan di atas piring untuk disajikan.
Sambil ngobrol ngalor-ngidul mereka pun coplak-capluk makan kue yang tersaji.
Meskipun kue buatannya sendiri tapi Koplo tidak ingin membuat Nicole kecewa. Ia memakan habis kue yang tersaji sambil ngecuprus ngana kae.
Tiba-tiba... ”Kriiing...” Telepon rumah berdering.
”Halo...” sapa Gendhuk Nicole sambil mengangkat telepon.
”Gimana, Ndhuk? Kue pesanan ibu sudah diantar sama Mas Koplo?” rupanya Lady Cempluk yang telepon.
”Oh, Sudah, Buk. Lha ini, kebetulan Mas Koplonya masih di sini,” jawan Nicole.
”Ya sudah. Bu RT barusan ngebel, sebentar lagi mau diambil untuk snack halalbihalal nanti sore. Kuenya kamu simpan dulu. Jangan dimakan, nanti ndhak kurang!”
”Blaik...!!!” Gendhuk Nicole kaget setengah mati. Ia mengira kue itu dipesan untuk keluarga sendiri. Tidaktahunya... - Kiriman Nuryahman Wahyu I SPd, Griya Winong Asri RT 10/RW 04, Winong, Pati.
Ora mudheng...


- Jon Koplo, tokoh kita kali ini masih duduk di kelas 2 SD. Ia adalah anak Tom Gembus, seorang anggota TNI AU dan Lady Cempluk yang asli orang Jawa Barat. Sebagai konsekuensi menjadi anak tentara, tentu saja ia harus ngatut ke tempat di mana ayahnya bekerja. Nah, ketika Tom Gembus dimutasi di Solo, di sinilah masalah muncul.
Jon Koplo yang tidak mudheng babar blas bahasa Jawa sulit berkomunikasi dengan teman-teman barunya, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah, termasuk dengan neneknya yang juga berada di Solo. Setiap kali diajak ngomong sama neneknya, Jon Koplo nggak ngerti maksudnya. Akhirnya oleh Tom Gembus ia dikasih tahu kalau nggak ngerti jawab aja ”ora mudheng!”
Suatu sore, ketika sedang makan sambil menonton TV, Koplo ditegur sang nenek, ”Le, maeme ndang dientekke. Aja nonton TV terus, ngentek-entekke setrum, pajeke larang,”
Kontan saja Jon Koplo yang nggak ngerti neneknya ngomong apa cuma bilang ”ora mudheng!” sambil lari ke dapur. Neneknya hanya bisa mengelus dada.
Pengalaman yang tak terlupakan oleh Jon Koplo dan keluarga besarnya terjadi ketika tes sekolah telah dimulai. Hari itu kebetulan jadwal pelajarannya Bahasa Daerah. Pelajaran inilah yang membuat kepala Koplo pusing karena nggak tahu artinya, apalagi ada tulisan jawanya. Bagi dia lebih baik ngerjain matematika sak buku dari pada ngerjain Bahasa Jawa. Untuk jawaban pilihan ganda sih ia bisa menggunakan aji pengawuran. Tapi giliran pertanyaan isian dan tulisan huruf Jawa, Koplo nggak mau baca lama-lama, langsung ia tulis lembar jawaban dengan huruf kapital besar-besar: ”ORA MUDHENG!”
Kocap kacarita, ketika waktunya pengambilan rapor, Lady Cempluk, ibunya Koplo dipanggil oleh Gendhuk Nicole, guru kelas Koplo.
”Putera Ibu sangat cerdas. Buktinya nilai rapornya bagus-bagus. Dan ia juga pintar membuat tertawa guru-guru di sini,” lapor Nicole.
”Maksud Ibu...?” tanya Cempluk penasaran.
”Lihat saja hasil tes pelajaran Bahasa Jawanya,” kata Nicole sambil menyodorkan hasil tes Bahasa Daerah.
Melihat hasil tes dengan jawaban isian tertulis ”ORA MUDHENG”, seketika itu juga Cempluk tertawa.
”Ya maaf, Bu Guru. Anak saya belum bisa mendalami bahasa Jawa jadi belum bisa njawa”. Gurunya pun memaklumi sambil mengangguk-angguk. - Kiriman Nuna Erny Wargiyanti, Puspan RT 02/RW 07 Blulukan, Colomadu 57174.

Jumat, 12 Oktober 2007

Oohh istriku...

Oohh istriku...

Ini kisah seorang istri yang sangat setia pada suaminya. Dalam berbagai cobaan dan malapetaka yang mereka hadapi, sang istri selalu tegar mendukung di sisi sang Suami.

Suatu hari sang suami mengalami kecelakaan sehingga tidak sadarkan diri dan mengalami koma selama beberapa bulan, namun demikian sang istri tetap setia menjaga dan menemaninya setiap hari. Akhirnya sang suami bangun dari koma dan memanggil istrinya untuk mendekat.

Sang istri yang sangat bahagia karena suaminya sudah

siuman, segera menghampiri dan duduk di samping tempat

tidur. Setelah berpelukan beberapa saat, sang suami menatap istrinya dan berkata, "Sayang, kamu tau nggak, selama ini kamu selalu bersamaku dalam menjalani semua kepahitan hidup ini. Sewaktu aku dipecat dari pekerjaanku, kamu tetap bersamaku, sewaktu perusahaanku bangkrut, kamu tidak meninggalkan aku dan tetap bersamaku. Sewaktu aku di tembak perampok dan harus dirawat di rumah sakit, kamu juga bersamaku. Sewaktu rumah kita disita bank, kamu tetap memberikan dukungan buatku. Sekarang kesehatanku benar-benar memburuk setelah kecelakaan itu, dan kamu masih di sini bersamaku. Sayang, kamu tau nggak...."

"Tau apa, Mas?", sang istri yang mulai terharu bertanya dengan kalem.

"Aku rasa kamu yang bawa sial..."

Salah kenal

Salah kenal

Seekor sperma yang baru lahir sedang diajar oleh instrukturnya: "Begitu kamu disemprot keluar, lari sekencangnya sampai ke ujung gua dan kamu akan ketemu bulatan merah bernama telur. Deketin dia dan bilang: saya sperma. Dan dia akan bilang: saya telur. Dari situ kamu akan mulai bikin calon anak. Mengerti?"

Si sperma mengangguk dengan mantapnya.

Dua hari kemudian waktu lagi asik molor tiba-tiba dia di semprot keluar. Langsung aja dia lari sekencangnya dan teman-temannya ketinggalan dibelakang. Akhirnya dia duluan sampai di bulatan merah dan dia memperkenalkan

dirinya: "Hai, saya sperma."

Si bulatan merah menjawab: "Hai juga, saya amandel..."

Proposal kenaikan gaji

Proposal kenaikan gaji

Setelah merasa tidak cukup dengan penghargaan yang dia terima selama ini, Tuan "Penis" pun bermaksud meminta kenaikan gaji. Dengan huruf besar-besar, dia mengajukan "proposal" kenaikan gaji, beserta alasan-alasannya. Kelihatan, dia sudah tidak sangat puas. Berikut "proposalnya":

BERSAMA DENGAN INI, SAYA "PENIS" INGIN MEMINTA KENAIKAN GAJI DIKARENAKAN ALASAN-ALASAN BERIKUT:

* SAYA MELAKUKAN PEKERJAAN YANG BERHUBUNGAN DENGAN FISIK

* SAYA BEKERJA DI SUATU KEDALAMAN TERTENTU

* SAYA BEKERJA DENGAN MENGGUNAKAN KEPALA TERLEBIH DAHULU

* SAYA BEKERJA DITEMPAT YANG LEMBAB

* SAYA BEKERJA LEMBUR DENGAN TANPA BIAYA TAMBAHAN

* SAYA BEKERJA DI RUANG YANG GELAP YANG TIDAK MEMPUNYAI ALIRAN UDARA SEGAR

* SAYA BEKERJA DI TEMPERATUR YANG TINGGI

* PEKERJAAN SAYA BERESIKO TERTULAR OLEH PENYAKIT

TANGGAPAN DARI HRD:

SETELAH MEMPERTIMBANGKAN PERMINTAAN DAN ARGUMEN YANG DIBERIKAN, KAMI MENOLAKNYA DENGAN ALASAN-ALASAN BERIKUT:

* ANDA TIDAK BEKERJA 8 JAM PENUH

* ANDA TERTIDUR SETELAH MELAKUKAN TUGAS YANG WAKTUNYA SEBENTAR

* ANDA TIDAK SELALU MENURUT PERINTAH DARI MANAJEMEN

* ANDA TIDAK SELALU BERADA DI POSISI YANG TELAH DITENTUKAN, BAHKAN SERING PERGI KETEMPAT LAIN

* ANDA TERLALU BANYAK MENGAMBIL ISTIRAHAT YANG TIDAK RESMI

* ANDA TIDAK MEMPUNYAI INISIATIF, SELALU HARUS DITEKAN DAN DIRANGSANG UNTUK DAPAT MEMULAI BEKERJA

* ANDA MENINGGALKAN TEMPAT KERJA ANDA DENGAN BERANTAKAN TERKADANG ANDA MENGABAIKAN PERINGATAN KESEHATAN DENGAN TIDAK MENGGUNAKAN PAKAIAN PELINDUNG YANG SEMESTINYA

* ANDA TIDAK PERNAH MENUNGGU USIA PENSIUN SEBELUM BERHENTI BEKERJA

* ANDA TIDAK SUKA BEKERJA DALAM DUA SHIFT

* ANDA TERKADANG MENINGGALKAN TEMPAT KERJA ANDA SEBELUM KERJAAN SELESAI

* DAN YANG TERPENTING ADALAH ANDA SELALU MEMASUKI DAN MENINGGALKAN TEMPAT KERJA DENGAN MEMBAWA DUA BUAH BUNGKUSAN YANG BENTUKNYA MENCURIGAKAN

Syarat sekretaris

Syarat sekretaris

Seorang sekretaris nan cantik ditugaskan oleh bosnya untuk menemani seorang raja minyak dr Arab yg menjadi klien penting bagi perusahaannya. Tertarik oleh kecantikannya, si raja tiba-tiba memintanya untuk menikahinya. Tentu saja sekretaris itu terkejut namun ia teringat perintah bosnya untuk tidak mengecewakan kliennya itu dalam bentuk apa pun.

Karena itu, ia memikirkan cara untuk menolak ajakannya dengan halus. "Baiklah, aku akan menikah denganmu dengan 3 syarat. Pertama, aku mau cincin kawin berlian 75 karat bertahtakan intan bermahkota tiga 200 karat."

Si raja terpekur sejenak dan kemudian mengangguk, "Ok, ok ana felikan, ana felikan"

Menyadari keadaan ini, si wanita kembali memikirkan syarat yang lebih susah. "OK, kedua, aku mau kamu buatkan istana di New York berkamar 100 dan sebagai rumah peristirahatan, aku mau vila di tengah kota Paris dengan 200 orang pelayan, 10 Ferarri dan 5 pesawat jet pribadi."

Sang raja minyak kembali terpekur, mengambil hand-phonenya dan mengontak sana sini. "Ok, ok, ana fuatkan, ana fuatkan"

"Gawat !", pikir si sekretaris. Dengan peluh sebesar kacang kedelai, ia kembali memikirkan syarat terakhir. Akhirnya, ia merasa mendapatkan syarat yang nyaris mustahil bisa dikabulkan oleh si raja ini. Sambil mengedipkan mata, ia berkata, "Oh, baiklah. Ini yang terakhir. Aku suka sekali dengan seks dan karenanya aku mau laki-laki yang menjadi suamiku mempunyai penis sepanjang 30 cm."

Si raja minyak tampak kaget dan kecewa sekali dengan syarat terakhir ini. Ia menutup wajahnya dengan kedua tangan sambil sesenggukan. Akhirnya, sambil mengusap air mata dan menatap wanita itu dengan sedih, ia berkata, "Ok, ok, ana fotong, ana fotong deh"

Selasa, 09 Oktober 2007

Karakter Manusia Dari Cara Mengupil

Karakter Manusia Dari Cara Mengupil

Orang yang taat beragama,
Berdoa dulu sebelum ngupil.

Orang yang tidak berpendidikan,
Menggunakan jari orang lain untuk ngupil.

Orang yang suka ganti suasana,
Selalu menggunakan jari yang berbeda tiap kali ngupil

Orang yang menganggap waktu adalah uang,
Kalo ngupil, 2 lobang sekaligus (Sekali mendayung, 2 pulau terlampaui)

Orang yang perfeksionis,
Kalo mau ngupil ia mencuci tangannya sampai bersih. Setelah ngupil, tangannya dicuci lagi, dan hidungnya dikompres dengan alkohol, untuk mencegah terjadinya infeksi karena saat ngupil, bisa saja jari tangan melukai hidung.

Orang yang berlibido tinggi,
Saat ngupil, jarinya di masukkan dan dikeluarkan dan dimasukkan dan dikeluarkan dan di masukkan dan dikeluarkan dan di masukkan dan dikeluarkan dan di masukkan dan dikeluarkan dan di masukkan dan dikeluarkan dan dimasukkan dan dikeluarkan sampai keluar lendir.

Orang yang tidak berpendidikan tapi punya sopan santun,
Menggunakan jari orang lain untuk ngupil, dan mengucapkan terima kasih setelah selesai.

Orang yang inovatif,
Menggunakan jari kaki untuk ngupil

Orang berjiwa samurai,
Saat ngupil, jari dimasukkan ke hidung, ditarik ke atas, diturunkan kebawah,tarik ke kiri kemudian tarik ke kanan.

Orang yang suka petualangan,
Selalu mencoba untuk meraih celah yang tak pernah diraih tiap kali ngupil.

Orang yang mempunyai time-management yang tinggi,
Ada jadwal tuk ngupil per minggu, dan selang waktu untuk ngupil tiap kali ngupil.

Orang yang bagaikan punguk merindukan bulan,
Mencoba untuk melompat lompat, dan mengharapkan upilnya akan turun dengan sendirinya.

Orang yang punya kecenderungan “Psychopath”,
Hanya akan berhenti ngupil setelah hidungnya berdarah.

Orang yang nggak tahan digelitik,
Sambil ngupil, sambil tertawa.

Orang yang mengikuti perkembangan teknologi,
Ngupil dengan memakai antenna handphone.

Orang yang nggak mau menghabiskan waktu untuk melakukan hal sia-sia,
Membuka lebar hidungnya dan menyuruh orang lain untuk mengintip apakah ada upil di dalam, karena nggak mau sia-sia masukin jari ke hidung tapi ternyata nggak ada upil.

Orang yang berjiwa oriental,
Menggunakan sumpit untuk ngupil.

Orang yang pilih kasih,
Hanya ngupil lobang hidung sebelah kiri, sedangkan yang kanan dibiarkan begitu saja.

Orang yang adil, arif dan bijaksana,
Kalo upil dari lobang hidung sebelah kiri lebih banyak dibanding upil dari hidung sebelah kanan, maka dia akan masukkan sedikit upil dari lobang hidung sebelah kiri kedalam lobang hidung sebelah kanan, baru mulai ngupil lagi.

Orang yang plin plan, alias baru makan buah simalakama,
Ngupil salah, nggak ngupil salah, ngupil salah, nggak ngupil salah, ya udah… ngupil aja deh!

Orang yang latah,
Saat kuku tangan tanpa sengaja melukai hidung, maka dia akan berteriak “EH MAMA KU UPIL EH UPIL KU MAMA”

Orang yang pelupa,
Saat jari tangan sudah di dalam hidung, sesaat dia lupa apa yang ingin dialakukan dengan memasukkan jari ke hidung.

Orang yang ceroboh,
Orang yang setelah selesai ngupil lobang hidung sebelah kiri, kemudian lupa untuk ngupil lobang hidung sebelah kanan.

Orang yang punya kecenderungan “Copy Cat”,
Setelah ngupil, dia akan berkata; “Ngupil? Siapa takut…”


                                                    

"clubbing"

"clubbing"
Suatu ketika ada seorang manusia yang bernama Kirdun. Saat jam 7,menjelang masuk kelas dia ditanya oleh temannya....
TEMAN:"dun....napa sih loe sering banget kayak orang ngantuk.....lu kalo malem sering clubbing terus ya....?"
KIRDUN:"sebenernya gw tuch paling anti clubbing"
TEMAN:"trus,koq lo ngantuk mulu? bener lo nggak clubbing"
Kirdun:"nggak koq,gw hanya sering pulang pagi"
TEMAN:"ngapain pulang pagi?"
KIRDUN:"clubbing"
Teman: "*&^%^@@#!#!##$%%$$! !!!!!)"SETAN LO!IBLIS!
Pengirim : d1m45nd1t0



"Dikirain Suka Ama Aku"

"Dikirain Suka Ama Aku"

Di sore hari ketika aku berada di halte bus
Ade Cewe Senyum2 molo Ama aku
Aku pandang dia makin keras tawanya
Aku rasa cewe ini suka ama aku
Lalu aku dekati dia
semakin keras aja tawanya
Aku makin deg2an
Aku ajak kenalan aja si cewe
Cowo : Namaku Robbet
Lalu dia menjawab
Cewe : Aku ga percaya nama kamu robbet
Cowo : Emang kenapa aku kurang ganteng ya
Cewe : Ga aku Cuma kira nama kamu UDMIS
Cowo : UDMIS?
Cewe : Iya, UDMIS ( UPIL DI KUMIS )
Cowo : Gw Kira Kamu Suka Ama Aku,

"GRATISSS....!"

"GRATISSS....!"

Ada seorang nenek yang naik angkot,didalam angkot itu ada 2 orang penumpang yang satu siswi sma pake rok panjang & yg satu lagi siswi Smp yg pake rok mini beberapa saat kemudian si siswi sma turun dan membayar ongkos sebesar Rp 2000,berselang beberapa menit kemudian siswi smp trsbt turun dgn membayar ongkos sebesar Rp 1000 lalu,nenek itu ikut turun dan hanya membayar ongkos Rp 200 , si sopir marah2 lalu nenek itu menjawa b tadi yang pake rok panjang bayar 2000 terus yang pake rok pendek bayar 1000 lah saya nggak pake apa2 masa harus bayarnya sama
Pengirim : azkie

"bidan dan tukang bengkel"

Bidan tukang bengkel"

suatu hari di sebuah bis, karena sudah terlalu penuh seorang wanita terpaksa naik dengan berdiri. setelah berdiri lumayan lama ada seorang laki - laki yang menyuruhnya duduk di pangkuannya agar dia tidak capek.
"mbak, daripada capek berdiri mbak mau nggak duduk dipangkuan saya?" kata laki - laki itu menawarkan.
karena memang dah capek wanita itu menerimanya.
setelah beberapa lama duduk dipangkuannya laki - laki itu berbicara,
"mbak kerja di kedokteran ya?" tanya laki - laki itu
"Iya, kok mas tau?" Tanya wanita itu penasaran
"Iya bau badan mbak bau obat" jawab laki - laki itu
setelah beberapa lama kemudian wanita itu giliran bertanya,
"Mas kerja di bengkel ya?"
"Kok mbak tau klo aku kerja di bengkel? apa mbak pernah liat saya sebelumnya" tanya laki - laki itu penasaran
"Ndak, cuma dari tadi dongkrak mas naik terus" jawab wanita itu.
Pengirim : mujiholic